Tampilkan postingan dengan label daftar cpns 2020. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daftar cpns 2020. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 November 2020

UNBK Dihapus, Terbitlah AKM

UNBK Dihapus, Terbitlah AKM


AKM dan survei karakter, terdiri dari soal-soal yang mengukur kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter. Bentuk soal AKM akan diperkenalkan kepada siswa yang mengikuti simulasi UN tahun ini, sehingga ada kemungkinan pula bentuk-bentuk soal tersebut juga akan keluar saat UN utama nantinya. Sedangkan bagi guru juga akan diperkenalkan bentuk soal AKM sebagai gambaran bagaimana mengelola proses pembelajaran kedepannya dan bagaimana melakukan penilaian dengan bentuk soal AKM.

Bentuk soal AKM yang diperkenalkan kepada guru, tidak terbatas hanya untuk guru mata pelajaran yang di UN-kan saat ini, akan tetapi untuk semua guru mata pelajaran. Artinya bentuk soal AKM merupakan bentuk soal lintas kompetensi, lintas bidang dan/atau lintas mata pelajaran. Tidak lagi membedakan mata pelajaran secara signifikan akan tetapi melihat sebuah kompetensi sebagai gambaran utuh dari puzzle berbagai mata pelajaran. Mata pelajaran yang ada akan menjadi “tools” untuk membentuk kompetensi tersebut.

Menurut Pak Menteri, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah kompetensi yang benar-benar minimum di mana kita bisa memetakan sekolah-sekolah dan daerah-daerah berdasarkan kompetensi minimum. Ini kompetensi minimum kompetensi dasar yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar apa pun materinya. Ini adalah kompetensi minimum yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar apa pun mata pelajarannya.

Selanjutnya Pak Menteri juga menjelaskan bahwa materi AKM ada dua yaitu literasi (baca-tulis) dan numerasi. “Literasi’ bukan sekadar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan ‘numerasi’ adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka. Dia menekankan ‘literasi’ dan ‘numerasi’ bukan tentang mata pelajaran bahasa atau matematika, melainkan kemampuan murid-murid menggunakan konsep itu untuk menganalisis sebuah materi. Bukan berdasarkan mata pelajaran lagi. Bukan berdasarkan penguasaan konten materi.

tahun ini AKM dan survey karakter diujicobakan, baik pada siswa maupun guru. Rencananya tahun 2021 AKM dan survey karakter sudah diterapkan sebagai pengganti UN.

Sekelumit Cerita dari rekan yg sudah mengikuti AKM guru di SMK

Setelah submit, ada perintah mulai mengerjakan soal. Tara…!!! Benar juga, redaksi soalnya panjang-panjang, bahkan ada yang sehalaman, banyak gambar, grafik, table, dan diagram. Menjawabnya pun ada yang dengan mencentang boleh lebih dari satu. Ada yang memilih salah atau benar, pilihan ganda, dan ada pula yang uraian. Untuk yang jawaban berupa uraian ini dibatasi jumlah karakternya.

Soal hanya 10 buah dengan durasi 30 menit. Tapi yaitu, kami harus membaca dan memahami stimulusnya terlebih dahulu. Terkadang harus mengulang agar lebih mengerti. Ketika menjawab pun, kami terlebih dahulu harus membandingkan, mengidentifikasi, menganalisa dan juga menyimpulkan terhadap permasalahan yang ditanyakan. Hal itu tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa, kami benar-benar harus berkonsentrasi agar bisa menalar dengan baik.

Setelah selesai, ternyata masih ada soal sesi berikutnya yaitu survey karakter. Jumlahnya 13 buah dengan durasi 30 menit. Kali ini berupa soal pilihan ganda yang berisi kasus-kasus yang redaksinya lebih pendek. Tepatnya soal-soal yang sesi dua ini mengarah pada penilaian kepribadian. Jadi kita diminta memilih alternative-alternatif jawaban yang menurut kita tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang ditanyakan.

Ooo…ternyata AKM itu begini to? Menurutku sangat bagus jika siswa dibiasakan menyelesaikan soal-soal semacam ini. Soal-soal yang kontekstual, menyoal isu terkini, dan memerlukan penalaran yang tinggi. Sehingga berpikirnya pun harus secara holistik dan komprehensif. Dengan begitu, para guru juga semestinya harus membiasakan bentuk-bentuk soal tersebut dalam keseharian proses penilaian. Proses pembelajarannya pun juga harus mampu menghantarkan siswa dapat menjawab berbagai bentuk soal seperti pilihan ganda, dari yang biasa hingga yang komplek, uraian, missing word, menjodohkan, benar-salah, dan ceklist. Selain itu tugas-tugas untuk siswa berupa proyek dan portofolio juga semakin ditingkatkan

Sumber : https://smpn1tanjungpinang.sch.id/apa-sih-akm-asesmen-kompetensi-minimum-ikuti-selengkapnya/

Selasa, 27 Oktober 2020

Ujian Nasional Paket C 2020 dihapuskan

Ujian Nasional Paket C 2020 dihapuskan begitulah judul artikel kali ini apakah Ujian Nasional Paket C 2020 atau UNBK Paket C 2020 benar benar dihapuskan ???? nah teman teman bisa baca dulu artikel dibawah ini yang kami ambil sumber beritanya dari Kompas.com 12/03/2020 

Banyak yang menyambut positif berakhirnya Ujian Nasional (UN) di tahun 2020. Namun sejatinya, UN tidak dihapus, melainkan digantikan oleh Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter. AKM merupakan salah satu gebrakan yang dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim melalui program Merdeka Belajar. "Tahun 2021 UN akan diganti menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan survei karakter," ujar Nadiem saat memaparkan program Merdeka Belajar di Hotel Bidakara,Jakarta, akhir tahun lalu. Menurut Nadiem, AKM dapat menjadi penilaian yang lebih komprehensif untuk mengukur kemampuan minimal siswa. Nantinya, AKM akan berisi materi yang meliputi tes kemampuan literasi, numerasi dan pendidikan karakter. Baca juga: 5 Tips Memilih Bimbel Tepat untuk Hadapi Ujian Nasional hingga UTBK Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Plt Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan Totok Suprayitno. Menurut Totok, soal AKM akan sangat berbeda dengan soal UN sehingga siswa maupun guru perlu lebih menyiapkan diri. "Di UN jarang dikenal soal [AKM] ini. Jadi kira-kira, soal AKM yang berbeda dengan UN lebih kepada pemahaman," terang Totok dalam Bincang Sore Kemendikbud, di Jakarta, Rabu (11/3/2020). Totok menjelaskan, soal numerasi pada AKM bukan lagi soal matematika yang identik dengan angka-angka dan rumus. Melainkan bagaimana menyelesaikan persoalan dengan nalar matematika. Baca juga: Universitas Terbaik Indonesia Versi QS World University Rankings 2020 "Misalnya persoalan kapan sampah itu bisa terurai agar tidak mencemari lingkungan. Kehidupan sehari-hari akan kita angkat dalam soal supaya anak juga kenal dengan persoalan hidup sekaligus bisa menjawab soal ujian," kata Totok. Soal-soal AKM yang diberikan oleh Kemendikbud melalu laman Youtube pun menuai beragam komentar dari masyarakat. "Gua Teknisi UNBK tingkat SMP, udah liat contoh soal Asesment, mantap banget. Bener-bener menuntut siswa-siswi tuk cermat membaca dan memahami kasus. Outputnya bisa melihat kemampuan anak dalam menyelesaikan suatu masalah dan dapat merangsang kreatifitas..TOP dukung banget. Selamat tinggal hitung kancing baju :D," tulis Fitria Dudi Aprillianto. Contoh soal Numerasi yang disajikan Kemendikbud terbagi atas beberapa level, yakni level Pemahaman Konsep, level Aplikasi Konsep dan level Penalaran Konsep. Sedangkan literasi terbagi atas level Mencari Informasi dalam Teks, level Memahami Teks, dan level Mengevaluasi dan Merefleksi Teks.


Penulis : Ayunda Pininta Kasih
Editor : Yohanes Enggar Harususilo